10 Tips Mengirim Cerpen Ke Kompas 2021

Trik mengirim cerpen ke kompas 2021

Beberapa waktu yang lalu, Kompas mengadakan seminar online yang dikhususkan untuk membahas bagaimana cara mendapatkan ide menulis cerpen, motivasi, teknik, hingga tips & trik mengirimnya.

Bila kamu ingin mengirim cerpen, ada informasi penting yang disampaikan oleh Hilmi Faiq selaku narasumber dalam seminar itu. Berikut 10 hal yang patut kamu ketahui perihal apa saja yang perlu diperhatikan saat ingin mengirim cerpen:

  1. Panjang cerpen berkisar 10.000 character with space (untuk koran), dan 10.000 - 15.000 character with space (untuk kompas.id).

  2. Masa tunggu cerpen berkisar selama tiga bulan, jika dalam waktu itu tidak ada respon dari redaksi, maka penulis bisa menarik cerpennya dengan mengirim surat pemberitahuan penarikan ke redaksi.

  3. Cerpen dikirim ke email: opini@kompas.com untuk koran minggu, dan cerpen@kompas.com untuk media digital kompas.id

  4. Redaksi terbuka terhadap kemungkinan penjelajahan tematik dari penulis, tetapi selalu mengutamakan cerpen-cerpen kemanusiaan dan menyangkut kehidupan masyarakat luas.

  5. Cerpen yang membahas tema-tema potensi kultural & keberagaman yang berasal dari tanah air akan mendapat perhatian serius.

  6. Cerpen-cerpen eksperimental dengan tema-tema personal tetap mendapatkan perhatian, asalkan memiliki spektrum nilai-nilai kemanusiaan universal.

  7. Cerpen disajikan dengan plot cerita & bahasa sederhana, sehingga mudah diikuti oleh kalangan awam sekalipun.

  8. Otensitas karya menjadi nilai yang kerap kali menjadi perhatian redaksi.

  9. Cerpen tidak menggunakan kata-kata kasar dan tidak senonoh atau mendiskreditkan pihak-pihak tertentu tanpa alasan yang bisa diterima oleh norma yang berlaku.

  10. Cerpen tidak menyinggung persoalan sensitif seperti SARA, yang bisa memancing kericuhan publik.

***

Selain tips di atas, ada juga hal lain yang perlu diperhatikan. Menurut Bli Putu Fajar Arcana selaku narasumber kedua, terdapat faktor lain yang akan menentukan apakah suatu cerpen itu berpotensi diterbitkan atau tidak, berikut faktornya:

  • Tulisan tidak memiliki kecacatan gramatika atau PUEBI (Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia). Kesalahan seperti typo atau gramatika yang salah dianggap sebagai sikap tidak menghormati bahasa. Kurator cerpen Kompas tidak menoleransi kesalahan fatal seperti ini.

  • Daya tarik pembuka cerpen sangat penting, karena dapat membuat pembaca tertarik untuk lanjut membaca.

  • Unsur-unsur seperti kecermatan, konsistensi, etika, karakterisasi, logika, dan etika penggunaan bahasa juga kejujuran sangat diperhatikan oleh tim redaksi.

  • Cerpen yang dikirimkan bukanlah hasil plagiasi, terjemahan, saduran, kompilasi, atau rangkuman pendapat / buku orang lain.

  • Cerpen belum pernah sama sekali dimuat di media online ataupun cetak, termasuk blog pribadi.

  • Cerpen yang dikirimkan ke Kompas tidak boleh dikirimkan ke media lain pada periode yang bersamaan.

  • Topik yang diangkat dalam cerpen bersifat aktual, relevan, dan menjadi persoalan masyarakat.

  • Substansi topik yang dibahas dalam cerpen menyangkut kepentingan umum, bukannya kepentingan pihak atau komunitas tertentu.

  • Cerpen mengandung hal baru yang belum pernah diangkat oleh penulis lain, entah itu seputar informasinya, pandangannya, saran, solusi, pendekatan, maupun pencerahannya.

  • Uraian topik cerpen bisa membuka pandangan & pemaknaan baru terhadap suatu fenomena atau masalah.

  • Cerpen menggunakan bahasa yang populer atau umum, sehingga mudah dimengerti oleh pembaca awam.

  • Cerpen hanya ditulis oleh satu orang.

  • Menyertakan data diri / daftar riwayat hidup singkat serta nomor handphone & rekening yang masih aktif.




Demikian saja barangkali tips mengirim cerpen Kompas 2021. Bila kamu punya pertanyaan, saran, atau tanggapan sila di kolom komentar yah!




Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Related Post
Gaya Hidup,Literasi